FILOSOFI HIDUP IKAN SALMON

Tahun pertama hidup di lautan merupakan tahap kritis ikan salmon menghadapi pemangsanya. Predator yang memangsa ikan salmon dalam jumlah banyak adalah anjing laut.

Lama berpetualang di lautan (4-7 tahun), ikan salmon tumbuh besar dan cukup dewasa untuk bereproduksi.

Ikan salmon hidup berkoloni (berkumpul dalam jumlah yang sangat banyak) dan akan berkumpul dengan koloni ikan salmon lainnya untuk bermigrasi kembali ke perairan tawar yaitu sungai.

Perjalanan pulang ikan salmon tidaklah sebentar, memakan waktu hingga hitungan bulan.

Banyak rintangan yang menghadang perjalanannya, melewati batu karang, berenang melawan arus, melompat mendaki air terjun (daya lompat ikan salmon bisa mencapai 3 meter) dan lain lain.

Satu hal lagi, selama melakukan perjalanan pulang, ikan salmon tidak makan apa apa alias berpuasa. Cadangan lemak yang ada di tubuhnya merupakan sumber makanan hingga sampai ke perairan tawar.

Pada tahap ini, banyak ikan salmon yang mati karena luka, keletihan ataupun dimangsa, hingga akhirnya hanya sedikit yang berhasil sampai ke hulu sungai.

Sesampainya di hulu sungai (tempat telur menetas), dalam keadaan lelah, ikan salmon akan menggali tanah di dasar sungai membuat lobang (25-30 cm) untuk sarang dengan menggunakan ekornya.

Di lobang itulah ikan salmon betina mengeluarkan telur 3.000-8.000 butir dan kemudian dibuahi oleh sperma ikan salmon jantan.

Selesai melakukan pembuahan, ikan salmon jantan dan betina menutup kembali sarang tersebut dengan kerikil.

Kedua ikan salmon akan tinggal beberapa hari di sekitar sarang tersebut hingga akhirnya mati kehabisan energi.

Begitulah perjuangan dan siklus hidup ikan salmon. Yatim piatu sejak menetas, menempuh perjalanan dengan resiko yang sangat besar dan berkorban demi kelangsungan populasinya di masa yang akan datang.
Intinya :

Ikan Salmon lahir di sungai, bermigrasi ke laut sampai dewasa, kemudian kembali ke sungai untuk bekembang-biak dan mati.

Pernahkah Anda melihat

perjuangan seekor Salmon dengan gigih bejuang melawan arus ?

Melompati ganasnya air terjun?
Pembelajaran apa yang bisa kita ambil dari seekor ikan salmon?

(1) Kita harus “ikhlas” dalam menjalani hidup ini seikhlas ikan salmon yg rela mengorbankan jiwanya demi kelangsungan spesiesnya.

(2) Jika ingin menjadi pribadi yang besar, “jangan terlalu mengikuti arus kehidupan”. Lawanlah arus selama yang kita tuju itu benar adanya.

Dalam perjalanan menuju air tawar, ikan salmon berulangkali melewati arus yang berlawanan dengan jalan mereka. Dan mereka tidak pernah gentar. Sebab tujuan mereka satu yaitu untuk bertelur meneruskan kelangsungan hidup spesiesnya.

(3) Kita “tidak boleh menyerah” dan harus punya semangat juang (kegigihan) yang tinggi dalam menghadapi semua rintangan hidup.

Sejak ditinggal mati oleh induknya dan menjadi yatim piatu, ikan salmon muda akan berenang sejauh ribuan kilometer untuk kembali ke habitatnya di lautan, walau menghadapi banyak rintangan dan halangan, bahkan hingga mengancam nyawa mereka.

(4) Jadikan diri Anda sebagai “pribadi yang punya nilai tinggi”. Jangan merendahkan diri dengan perbuatan tercela layaknya seorang koruptor, penyamun ataupun penghancur hidup orang lain.

Ikan salmon memiliki nilai jual yang tinggi karena tempahan rintangan alam membentuk struktur daging yang enak dan lezat serta memiliki kandungan gizi yang tinggi.

(5) “Menabunglah” di kala masih muda dan masih sanggup. Ini akan sangat bermanfaat pada kehidupan di kala tidak produktif lagi.

Layaknya ikan salmon yang harus menyimpan cadangan lemak di tubuhnya, dan sedikit demi sedikit mulai menghabiskannya dalam perjalanan terakhir mereka sebelum mati.

(5) Gunakanlah waktu sebaik-baiknya. “Hidup itu berani mati”. Jika harus mati di jalan yang benar, hal ini tidak perlu disesali.

Ikan salmon begitu konsisten dan terukur dalam mengarungi hidupnya. Mereka senantiasa berkejaran dengan waktu ketika akan bertelur. Dan mereka adalah pengguna waktu yang efektif.
Marilah kita pedomani filosofi hidup seekor ikan salmon…

Sumber: obrolanbeken.wordpress.com

Related post :

Filosofi hiu dalam kehidupan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *